Warta Pergerakan - PC PMII Pekalongan

Warta Pergerakan

Kabar terkini dan opini kader PMII Pekalongan

Menampilkan hasil: "Kaderisasi" Reset
Kontemplasi Nilai PMII: PKD XX PK PMII UIN Pekalongan Cetak Kader Militan dan Loyal
Berita
Kontemplasi Nilai PMII: PKD XX PK PMII UIN Pekalongan Cetak Kader Militan dan Loyal
Pekalongan – Pengurus Komisariat (PK) PMII UIN Pekalongan sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-XX dengan mengusung tema “Kontemplasi Nilai PMII: Manifestasi Kader Mujahid yang Militan dan Loyal terhadap PMII”. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 9–12 April 2026, bertempat di SDN 06 Kajen, Kabupaten Pekalongan.PKD merupakan tahapan kaderisasi formal PMII yang bertujuan membentuk karakter kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sosial dan gerakan.M. Islahul Mufid Kamal, selaku steering committee menyampaikan bahwa PKD ke-XX ini dirancang dengan konsep yang menekankan pada penguatan rasa memiliki terhadap organisasi. Menurutnya, kader PMII harus tumbuh tidak sekadar sebagai anggota, tetapi sebagai bagian yang hidup dan bertanggung jawab atas keberlangsungan organisasi.“Konsep besar yang diusung pada PKD ke-XX ini adalah tentang rasa memiliki, rasa tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap organisasi PMII, sehingga mampu melahirkan kader yang militan dan terus memberi kemanfaatan bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa kader PMII dituntut untuk tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, proses kaderisasi dalam PKD dirancang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga reflektif dan aplikatif.Dalam pesannya kepada peserta, Mufid menekankan pentingnya konsistensi dalam berproses di PMII. “Tetap teguh pada prinsip dan setia pada proses. Karena dari proses itulah kader akan ditempa menjadi pribadi yang kuat dan berintegritas,” tambahnya.Sementara itu, Ketua PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa PKD memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan kaderisasi di tengah era disrupsi yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang cepat. Menurutnya, PKD bukan sekadar ruang transfer pengetahuan, tetapi menjadi momentum penting dalam membentuk ketahanan ideologis kader agar tidak mudah tercerabut dari nilai-nilai dasar PMII.“Di era disrupsi ini, kader PMII tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki fondasi ideologis yang kuat. PKD menjadi titik awal untuk memastikan kader tetap berpijak pada nilai, di tengah gempuran pragmatisme dan instanisme,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa dalam konteks lokal Pekalongan, kader PMII dihadapkan pada berbagai problem nyata, mulai dari rendahnya kesadaran kritis generasi muda, persoalan ekonomi masyarakat, hingga minimnya keterlibatan mahasiswa dalam isu-isu sosial.Menurutnya, kader hasil PKD harus mampu hadir sebagai solusi, bukan sekadar menjadi pengamat. “Problem yang paling mendesak di Pekalongan adalah bagaimana membangkitkan kesadaran kritis mahasiswa dan keberpihakan terhadap masyarakat. Kader PMII harus turun, membaca realitas, dan mengambil peran dalam menjawab persoalan-persoalan sosial yang ada,” tambahnya.Ia berharap, melalui PKD ini, lahir kader-kader yang tidak hanya loyal terhadap organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian untuk bergerak di tengah masyarakat.
12 Apr 2026 10