Opini
Pekalongan – Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pekalongan masa khidmat 2026–2027, Ahmad Nur Khozin, resmi mengusung visi besar bertajuk “Rebranding PC PMII Pekalongan menuju organisasi digdaya dan berkelanjutan berlandaskan Nilai Dasar Pergerakan (NDP)”.Visi ini menjadi arah baru dalam menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis, di mana organisasi mahasiswa dituntut tidak hanya eksis, tetapi juga relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Dalam keterangannya, Khozin menegaskan bahwa rebranding yang dimaksud bukan sekadar perubahan simbolik seperti logo atau slogan, melainkan langkah strategis untuk mengontekstualisasikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) ke dalam realitas sosial kekinian.“PMII harus tetap berakar pada ideologi, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman. Digdaya berarti kuat secara intelektual dan mandiri, sementara berkelanjutan berarti setiap kepemimpinan membawa kemajuan yang konsisten,” ujarnya.Kaderisasi Jadi Episentrum GerakanSebagai langkah konkret, PC PMII Pekalongan menempatkan kaderisasi sebagai pusat gerakan organisasi. Program kaderisasi seperti MAPABA, PKD, dan PKL tidak lagi dipandang sebagai formalitas, melainkan sebagai proses pembentukan kader yang utuh.Melalui pendekatan ini, PMII Pekalongan diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya militan secara ideologis, tetapi juga adaptif terhadap berbagai isu lokal, seperti ketenagakerjaan, lingkungan, hingga ekonomi kreatif.Profesionalitas dan Kolektivitas DiperkuatDalam mewujudkan organisasi yang digdaya, profesionalitas menjadi fokus utama. Hal ini mencakup penataan administrasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan akuntabilitas organisasi.Namun demikian, Khozin menekankan bahwa profesionalitas harus tetap berjalan seiring dengan nilai kolektivitas. Keputusan organisasi diharapkan lahir dari dialektika yang sehat dan dilaksanakan secara gotong royong, sehingga semangat kebersamaan tetap terjaga.Perluasan Jaringan GerakanSelain itu, penguatan jaringan menjadi bagian penting dalam misi kepemimpinan ini. PC PMII Pekalongan akan mendorong sinergi di tiga sektor utama, yakni intelektual, keorganisasian, dan keprofesian.Jaringan intelektual diarahkan untuk memperkuat kajian dan analisis kebijakan, sementara jaringan keorganisasian akan melibatkan kolaborasi dengan alumni, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah. Adapun jaringan keprofesian difokuskan pada pengembangan potensi kader di dunia kerja.Komitmen Menuju Transformasi OrganisasiVisi dan misi yang diusung ini menjadi komitmen bersama untuk membawa PC PMII Pekalongan keluar dari zona nyaman menuju organisasi yang lebih progresif.Dengan berlandaskan Nilai Dasar Pergerakan, kepemimpinan Ahmad Nur Khozin diharapkan mampu menjadikan PMII Pekalongan tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga kuat dan berwibawa secara kualitas.Transformasi ini sekaligus menegaskan peran PMII sebagai rumah bagi kader intelektual organik yang siap mengabdi demi kemajuan agama, bangsa, dan negara.
06 Apr 2026
41