Warta Pergerakan - PC PMII Pekalongan

Warta Pergerakan

Kabar terkini dan opini kader PMII Pekalongan

Menampilkan hasil: "Keorganisasian" Reset
PMII Komisariat Darussalam UNIKAL Hadirkan Inovasi Kaderisasi melalui Visionary Leadership Camp 2026
Berita
PMII Komisariat Darussalam UNIKAL Hadirkan Inovasi Kaderisasi melalui Visionary Leadership Camp 2026
Pekalongan — PMII Komisariat Darussalam Universitas Pekalongan (UNIKAL) menghadirkan inovasi kaderisasi melalui Visionary Leadership Camp (VLC) 2026 yang digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Linggo Asri, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan bertema “Lead, Grow, Impact” ini diikuti oleh 40 mahasiswa baru Universitas Pekalongan.Ketua Komisariat Darussalam UNIKAL, Rino Soefihara, mengatakan penyelenggaraan VLC dilatarbelakangi oleh keresahan terhadap menurunnya jumlah peserta serta keterlibatan pengurus dan panitia dalam pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) selama beberapa tahun terakhir.Menurut Rino, pola pelaksanaan kaderisasi yang tidak disertai inovasi berpotensi menyebabkan kemunduran. Setelah melalui diskusi, pihak komisariat memperoleh referensi program Future Leadership Fellowship (FLF) dari Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni (PB IKA) PMII sebagai salah satu acuan dalam merancang VLC 2026.“Tujuan utama dari VLC ini bukan hanya sekadar kaderisasi, tetapi juga untuk membekali mahasiswa baru untuk memetakan setiap potensi dalam diri, kepemimpinan, serta skill yang mereka miliki,” ujar Rino.Ketua Organizing Committee (OC) VLC 2026, Aditya Firmaniar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa baru melalui pembekalan materi, simulasi manajemen konflik, serta penyusunan rencana aksi. Peserta juga menyusun dan mempresentasikan rencana strategis sebagai arah pengembangan diri selama satu tahun pertama perkuliahan.Rangkaian kegiatan mencakup studium generale, focus group discussion (FGD), leadership outbound, dan team building. Agenda kemudian ditutup dengan malam keakraban serta pengukuhan peserta sebagai anggota PMII Komisariat Darussalam.Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, menilai pembaruan bentuk kaderisasi diperlukan untuk menyelaraskan proses pembentukan kader dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ideologis organisasi.“Kaderisasi itu tidak selalu baku dan kaku. Bentuk dari kaderisasi secara substantif ialah memberikan ideologisasi organisasi yang selaras dengan nilai organisasi. Maka kebaruan bentuk kaderisasi adalah keniscayaan yang perlu dibuat untuk menyeimbangkan bentuk kaderisasi substansial dengan kebutuhan zaman,” ungkap Khozin.Ia berharap para peserta dapat berkhidmah dan berkomitmen dalam menjalani proses di PMII. Khozin juga menilai model kaderisasi seperti VLC dapat meningkatkan antusiasme peserta sehingga diharapkan mampu mendorong gerakan PMII yang lebih solid dan kompak.Ke depan, Komisariat Darussalam akan mengevaluasi pelaksanaan VLC 2026 dan menyiapkan kegiatan tindak lanjut agar program tersebut dapat kembali dilaksanakan secara lebih maksimal.
12 Oct 2026 95
MAPABA Rayon Syariah Tekankan Keyakinan dan Proses Kaderisasi
Berita
MAPABA Rayon Syariah Tekankan Keyakinan dan Proses Kaderisasi
Pekalongan — PMII Rayon Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) pada 2–4 Oktober 2026 di SMK Islam Salakbrojo, Kedungwuni. Kegiatan tersebut mengusung tema “Nyalakan Api Keyakinan, Mentransformasi Gagasan, Proses Bersama PMII”.Ketua Pelaksana MAPABA, Mubin Ziyad, mengatakan tema tersebut memuat nilai dan hakikat dari proses penerimaan anggota baru di PMII.“Tema ini menjadi upaya untuk membentuk keyakinan dalam diri anggota baru agar menyerahkan diri secara lahir dan batin dalam proses di PMII. Selain itu, anggota baru diharapkan mampu mentransformasikan gagasan melalui proses berpikir terhadap realitas sebagai bekal dalam menjalani proses kaderisasi,” ujar Ziyad.Ziyad mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Antusiasme peserta dan kerja kolektif panitia menjadi salah satu faktor yang mendukung pelaksanaan kegiatan.Sebanyak 78 peserta resmi dibaiat sebagai anggota baru PMII. Menurutnya, jumlah tersebut relatif stabil dibandingkan pelaksanaan MAPABA tahun sebelumnya.Ketua Rayon Syariah, Mirza Fertika, menilai terlaksananya MAPABA menjadi pencapaian tersendiri bagi Rayon Syariah di tengah berbagai rintangan yang dihadapi.“Dengan terlaksananya MAPABA Rayon Syariah, itu sudah termasuk pencapaian yang sangat luar biasa. Dengan banyaknya rintangan, Rayon Syariah tetap mampu melaksanakan MAPABA dan menjaga stabilitas penjaringan,” ujar Mirza.Ia juga mengingatkan anggota baru bahwa prosesi baiat tidak sekadar menjadi seremonial. Baiat merupakan bagian penting dari proses awal perjalanan kader di PMII.“Baiat merupakan momentum sakral untuk menguatkan keyakinan kita serta meneguhkan komitmen, loyalitas, dan tanggung jawab kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Ini menjadi langkah awal bagi anggota baru untuk memulai perjalanan panjang perjuangan dan terus tumbuh,” tegasnya.Pasca-MAPABA, Rayon Syariah akan melanjutkan proses kaderisasi melalui agenda follow up. Langkah tersebut diarahkan agar anggota baru dapat mengimplementasikan pengetahuan dan nilai yang diperoleh selama mengikuti MAPABA dalam proses berorganisasi.Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, menegaskan Rayon Syariah sebagai rayon tertua di Komisariat Ki Ageng Ganjur memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh bagi rayon lain.“Syariah yang merupakan rayon tertua harus menjadi contoh dan uswah yang baik dalam pengembangan ideologis dan gerakan yang berdampak. Bentuk inovasi dan kreasi kaderisasi juga perlu diperkuat dengan kajian ideologis yang konkret. Semoga kesolidan dan kekompakan terus terajut dalam setiap langkah gerak,” ujar Khozin.
08 Oct 2026 146
MAPABA Rayon Bahurekso Dorong Kader Temukan Ruang dan Tumbuh Bersama PMII
Berita
MAPABA Rayon Bahurekso Dorong Kader Temukan Ruang dan Tumbuh Bersama PMII
Pekalongan — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Bahurekso menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) pada 18–20 September 2026 di SMK Islam Salakbrojo. Kegiatan yang mengusung tema “Temukan Ruangmu dan Tumbuh Bersama PMII” tersebut diikuti 32 mahasiswa baru, dengan 28 peserta dinyatakan memenuhi kualifikasi dan resmi dibaiat sebagai anggota baru PMII Rayon Bahurekso.Ketua Pelaksana MAPABA, Kholiq Mufadin, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, khidmat, dan dinamis. Penyampaian materi hingga pengondisian forum terlaksana sesuai dengan perencanaan yang telah disusun panitia.Menurut Kholiq, tema “Temukan Ruangmu dan Tumbuh Bersama PMII” diangkat dari keberagaman potensi, latar belakang, dan minat mahasiswa baru. PMII Rayon Bahurekso berupaya menjadi ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi diri, mengasah daya kritis, serta menyalurkan bakat dan gagasan.“Temukan Ruangmu menegaskan posisi PMII Rayon Bahurekso sebagai wadah yang inklusif bagi para peserta untuk mengeksplorasi diri, mengasah daya kritis, serta menyalurkan bakat dan gagasannya,” ujar Kholiq.Tema tersebut diterapkan melalui forum yang terbuka, dialogis, dan humanis, salah satunya melalui diskusi kelompok atau FGD. Ruang diskusi tersebut menjadi bagian dari proses agar peserta dapat menyampaikan pendapat dan bertumbuh bersama selama mengikuti MAPABA.Ketua Rayon Bahurekso, Natasya Lucky Saharani, mengatakan MAPABA menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi rayon. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, membentuk mentalitas kader, serta mengenalkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII.“Tujuan utama MAPABA kali ini tentunya melakukan internalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, pembentukan mentalitas kader agar lebih baik ke depannya, serta pengenalan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII,” kata Natasya.Ia menilai keberagaman latar belakang disiplin ilmu anggota baru menjadi salah satu capaian yang dapat memperkaya ruang diskusi di Rayon Bahurekso. Selain itu, tumbuhnya rasa kebersamaan dan kesadaran berorganisasi menjadi modal bagi keberlanjutan proses kaderisasi rayon.Pasca-pembaiatan, Rayon Bahurekso menyiapkan pendampingan berkelanjutan melalui Rencana Tindak Lanjut (RTL), diskusi rutin, kajian ke-PMII-an, serta wadah pengembangan minat dan bakat di bidang akademis, jurnalistik, seni, dan advokasi.Pendampingan juga dilakukan oleh pengurus dan senior untuk memastikan anggota baru tetap mendapatkan ruang untuk berkembang setelah menyelesaikan proses kaderisasi formal.Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, menilai Rayon Bahurekso yang telah berdiri hampir dua dekade memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas kader.“Rayon Bahurekso yang sudah berdiri hampir 20 tahun ini harusnya sudah cukup umur bicara peningkatan kualitas, bukan hanya kuantitas,” ujar Khozin.Menurutnya, secara basis Rayon Bahurekso yang berasal dari mahasiswa Fakultas Adab dan Dakwah memiliki posisi penting dalam penguatan nilai ideologis PMII, khususnya dalam membicarakan moralitas yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah.“Karenanya Bahurekso yang secara basis merupakan mahasiswa dengan muasal Fakultas Adab dan Dakwah menjadi tameng ideologis PMII dalam bicara moralitas berlandas akar agama Ahlussunah wal Jamaah,” katanya.Khozin juga menekankan pentingnya komitmen dan keyakinan kader dalam menjalani setiap proses kaderisasi. Menurutnya, proses tersebut perlu dibangun dalam suasana yang nyaman agar kader dapat terus bertumbuh.Ia berharap berbagai tantangan kaderisasi yang akan dihadapi Rayon Bahurekso ke depan dapat dijawab melalui proses yang berkelanjutan serta keyakinan dari para kader dalam menjalani proses di PMII.
05 Oct 2026 113
Peringati Maulid Nabi, PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah
Berita
Peringati Maulid Nabi, PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah
Pekalongan — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam (REBI) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekretariat REBI, Rowolaku, Kajen, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta.Mengusung tema “Generasi Muda, Akhlak Rasulullah, Menumbuhkan Cinta dan Menghidupkan Sunnah”, kegiatan ini bertujuan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengajak kader untuk meneladani akhlak Rasulullah dan para sahabat.Ketua Pelaksana, Kodam Wijoyo Saputra, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah melalui kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia perkuliahan dan organisasi.Menurutnya, pembacaan Maulid Al-Barzanji, khususnya pada momentum Mahalul Qiyam, menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan kepada Rasulullah melalui lantunan selawat.“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dijadikan sebagai penggugur program kerja, tetapi harus menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah agar rasa cinta kepada beliau semakin bertambah,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Rayon REBI, Bintang Arya Maulana, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada peringatan seremonial. Ia mendorong para anggota untuk mengamalkan dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sosial maupun organisasi.“Harapannya, sahabat-sahabati senantiasa mengamalkan dan meneladani sifat serta akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW, terutama di lingkungan sosial dan organisasi,” katanya.Kegiatan dilanjutkan dengan kajian Maulid dan ceramah yang disampaikan Sahabat Ali Fikri, santri Griya Entrepreneur sekaligus pengurus Komisariat Ki Ageng Ganjur.Dalam ceramahnya, Ali Fikri mengajak generasi muda untuk menggunakan masa mudanya dengan kegiatan yang memberikan manfaat. Ia mengambil kisah Mush'ab bin Umair, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, sebagai teladan tentang pengorbanan dan perjuangan seorang pemuda dalam Islam.Mush'ab bin Umair dikenal sebagai pemuda yang hidup dalam kemewahan di Makkah. Setelah masuk Islam, kehidupannya berubah drastis hingga ia kehilangan berbagai kenikmatan yang sebelumnya diperolehnya. Di Madinah, Mush'ab kemudian dipercaya sebagai pengajar agama karena ilmunya dan penguasaannya terhadap Al-Qur'an. Ia turut berpartisipasi dalam Perang Badar dan Uhud, sebelum gugur dalam Perang Uhud saat membawa salah satu panji peperangan.Ali juga mengajak kader PMII untuk membiasakan diri berdiskusi, membaca, dan membuka wawasan sebagai bagian dari upaya mengembangkan intelektualitas. Menurutnya, organisasi yang diikuti mahasiswa seharusnya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.Ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan dan upaya meneladani akhlaknya.“Cinta kepada Nabi bukan sekadar kata, tetapi tindakan, yaitu dengan mengikuti akhlak Nabi,” tuturnya.Melalui kegiatan tersebut, PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kader kepada Rasulullah SAW sekaligus mendorong mereka menghidupkan nilai-nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari dan proses berorganisasi.
03 Oct 2026 106
PC PMII Batang Resmi Berdiri melalui Konfercab I
Berita
PC PMII Batang Resmi Berdiri melalui Konfercab I
Batang-Konferensi Cabang (Konfercab) I Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi momentum resmi berdirinya PC PMII Batang. Konfercab yang mengusung tema “Menata Fondasi, Menguatkan Kader, Menggerakkan Transformasi” tersebut digelar di Pondok Makan Mbak Gita 2, Batang, Sabtu (26/9/2026).Sebelumnya, komisariat PMII di Batang berada di bawah naungan PC PMII Pekalongan. Pembentukan PC PMII Batang diawali dengan deklarasi pada 20 September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama, pengembangan kader, serta gerakan mahasiswa di Kabupaten Batang.Ketua PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, mengatakan proses pembentukan PC PMII Batang menjadi bagian dari upaya memastikan keberlangsungan organisasi ke depan.“Pendirian PC PMII Batang ini bukan hal yang reaksioner, namun melalui tahap yang panjang. Memang dari awal, kesiapan sahabat-sahabat yang kami utamakan dalam hal keberlangsungan organisasi ke depan,” ujarnya.Dalam proses tersebut, PC PMII Pekalongan turut melibatkan kader, senior, dan alumni.“Kami mendorong sahabat-sahabat serta senior alumni dalam hal pendirian PC PMII Batang. Karena tentu hal ini tak akan terjadi jika tidak ada bantuan dari berbagai pihak,” katanya.Khozin berharap kepengurusan baru dapat mengawal kaderisasi sekaligus pembangunan daerah. Ia juga mendorong penguatan kapasitas kader melalui kegiatan sederhana.“Mulai dari membenahi dan memaksimalkan kaderisasi, dari hal sederhana seperti diskusi-diskusi dalam peningkatan kapasitas ideologi dan gerakan,” ujarnya.Ketua PKC PMII Jawa Tengah, Ahmad Farichin, melihat keberadaan PC PMII Batang berkaitan dengan kesiapan generasi muda di daerah.“Hadirnya PC PMII Batang merupakan langkah untuk menjawab kesiapan generasi muda, terkhusus kader-kader PMII, dalam menghadapi dan mengambil berbagai tantangan serta peluang yang ada di Batang,” ujarnya.Farichin juga menyoroti kondisi kader yang memiliki kesibukan sebagai pekerja.“Dalam hal kaderisasi tentu perlu banyak reformulasi baru yang harus digarap. Terutama sebagai tantangan bahwa banyak dari kader-kader yang juga sebagai pekerja,” katanya.Sementara itu, Ketua Terpilih PC PMII Batang periode 2026–2027, Ata Alfanul Khasan, menyampaikan visi untuk mewujudkan kader PMII Batang yang profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, masyarakat, serta daerah.“Target utama kami pada periode 2026–2027 adalah penguatan kaderisasi dan perluasan struktur organisasi, salah satunya melalui pendirian dan penguatan komisariat di berbagai kampus di Kabupaten Batang,” ujarnya.Ata juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader agar memiliki wawasan dan kemampuan komunikasi yang lebih luas.“Kami ingin kader PMII Batang memiliki kemampuan komunikasi dan wawasan yang lebih luas sehingga mampu berdaya saing, tidak hanya di lingkungan organisasi tetapi juga di dunia profesional,” katanya.Pembentukan PC PMII Batang diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan organisasi serta menjadi ruang bagi kader untuk mengembangkan kapasitas dan gerakan di daerah.
28 Sep 2026 85
Rayon Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Dorong Budaya Diskusi sejak MAPABA
Berita
Rayon Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Dorong Budaya Diskusi sejak MAPABA
Pekalongan — Rayon Tarbiyah dan Ilmu Keguruan PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) pada 18–20 September 2026 di SMK Islam Salakbrojo. Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Pondasi, Membangun Budaya Diskusi”.Sebanyak 42 anggota baru mengikuti pembaiatan sebagai bagian dari rangkaian MAPABA. Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi anggota baru untuk mengenal PMII sekaligus memulai proses kaderisasi di lingkungan Rayon Tarbiyah.Ketua Rayon Tarbiyah, Muhammad Ilham Assyifa, mengatakan MAPABA tidak hanya menjadi proses penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi awal untuk membangun kesadaran dan rasa memiliki terhadap PMII.“Mereka diharapkan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam PMII, memiliki keberanian untuk berdiskusi, mulai terbiasa belajar bersama, serta mau terlibat dalam kehidupan rayon dan mau bertumbuh bersama PMII,” ujarnya.Menurut Ilham, budaya diskusi tidak dapat terbentuk secara tiba-tiba. Kebiasaan tersebut perlu dibangun melalui lingkungan rayon yang mendorong anggota untuk bertanya, menyampaikan pendapat, membaca, berbeda pandangan, dan mencari solusi bersama.Pemilihan tema “Membangun Pondasi, Membangun Budaya Diskusi” juga berangkat dari kebutuhan mahasiswa baru yang sedang berada dalam masa transisi. Ketua Pelaksana MAPABA, Abidatul Dhulkamala, mengatakan peserta membutuhkan pondasi awal dalam berpikir kritis dan reflektif.“Mahasiswa baru perlu memiliki pondasi awal dalam berpikir kritis dan reflektif agar tidak menerima informasi secara mentah,” ujar Mala.Ia mengatakan peserta juga diarahkan untuk menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab dan terstruktur melalui argumentasi. Kebiasaan berdiskusi tersebut diharapkan dapat berlanjut dalam kehidupan organisasi setelah MAPABA selesai.Pembaiatan menjadi bagian dari rangkaian MAPABA. Ketua Umum PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, mengatakan pembaiatan merupakan komitmen moral bagi anggota baru dalam memahami makna dan harapan dalam organisasi.“Nyamanlah dulu untuk ber-PMII. Baru temui kebenaran dan keyakinan yang akan kalian jemput,” katanya.Menurut Khozin, menjadi kader PMII juga merupakan tanggung jawab moral yang membutuhkan kematangan dalam bersikap. Karena itu, anggota baru perlu terlebih dahulu memahami PMII sebelum masuk lebih jauh dalam ruang-ruang ideologis organisasi.“Hal pertama yang perlu dilakukan oleh anggota baru adalah memahami apa itu PMII. Dari pemahaman tersebut, harapannya mereka bisa masuk dalam ruang-ruang ideologis PMII dan memberikan manfaat serta dampak,” ujarnya.Pasca-MAPABA, Rayon Tarbiyah menyiapkan sejumlah kegiatan pendampingan bagi anggota baru, seperti mentoring, Sekolah Jurnalistik, MAKRAB, serta diskusi rutin melalui Biro Kajian.Dengan rangkaian tersebut, proses kaderisasi diharapkan tidak berhenti pada pembaiatan, tetapi berlanjut melalui keterlibatan anggota baru dalam kehidupan dan kegiatan rayon.
22 Sep 2026 104
MAPABA PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Gusdur Pekalongan Resmi Kukuhkan Anggota Baru
Berita
MAPABA PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Gusdur Pekalongan Resmi Kukuhkan Anggota Baru
Pekalongan — Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat–Minggu (11–13/9/2026), di SMK Islam Salakbrojo ini mengusung tema “Nancep ing Nilai, Tuwuh ing Kawruh lan Obah ing Ndalem Jaman”.Ketua Umum PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, yang memimpin langsung prosesi pembaiatan, memberikan ucapan selamat sekaligus menekankan pentingnya meresapi filosofi tema tersebut dalam berproses.Dalam amanatnya, Khozin menyoroti tantangan zaman di era post-truth. Menurutnya, berkolektif di organisasi seperti PMII merupakan salah satu jalan alternatif untuk menghadapi ketidakpastian zaman, sesuai dengan semangat obah ing ndalem jaman (bergerak menyesuaikan zaman)."Bagaimana kita mencari serpihan yang hilang dalam hidup kita, serta kembali menghidupkan harapan. Manusia diberikan akal oleh Sang Pencipta untuk membuka takdir dan menemukan banyak serpihan yang hilang itu," ujar Khozin.Ia menegaskan, melalui penanaman nilai (nancep ing nilai) dan pemupukan pengetahuan (tuwuh ing kawruh), anggota baru dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan organisasi ke depan."Maka eloknya mulai hari ini, mantapkan hati dan pikiran sahabat-sahabat untuk menikmati segala hal yang akan dialami di PMII. Dari sana akan lahir suatu hikmat dan pencerahan yang kita harapkan bersama menuju tujuan insan ulul albab," tegasnya.Sementara itu, Ketua PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur, Arif Wibowo, mengingatkan bahwa MAPABA hanyalah pintu masuk awal dari proses panjang penempaan diri."Ini adalah gerbang awal, masih banyak rintangan yang harus dilalui ke depan. Tetap yakin dan berproseslah dengan baik," tutur Arif.Senada dengan hal tersebut, Ketua PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam, Bintang Arya Maulana, menyambut hangat para peserta yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar PMII."Selamat menjadi keluarga besar. Jaga nama baik organisasi dan amalkan ilmunya. Berproseslah, maka kamu akan menikmati hasilnya," pesan Arya.
15 Sep 2026 128
Ketua PCNU Pekalongan: PMII Harus Kuasai Sains dan Teknologi Tanpa Kehilangan Nilai Aswaja
Berita
Ketua PCNU Pekalongan: PMII Harus Kuasai Sains dan Teknologi Tanpa Kehilangan Nilai Aswaja
Pekalongan – Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslih Khudhori, menegaskan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus tetap menjadi gerakan yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah pesatnya perkembangan sains dan teknologi. Menurutnya, identitas PMII sebagai Al Harokah atau organisasi pergerakan tidak boleh tercerabut dari bingkai Aswaja, sehingga mampu melahirkan kader yang memiliki keseimbangan antara intelektualitas, spiritualitas, dan pengabdian kepada masyarakat.Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V PMII Komisariat ITSNU Pekalongan yang diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, di Aula Gedung A Lantai 3 ITSNU Pekalongan. Mengusung tema "Fundamenta Altis", forum tahunan ini menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus penyusunan arah gerak PMII Komisariat ITSNU Pekalongan untuk satu periode kepengurusan mendatang.Dalam sambutannya, KH. Muslih Khudhori menjelaskan bahwa makna Al Harokah bukan sekadar bergerak menjalankan aktivitas organisasi, melainkan sebuah gerakan yang memiliki pijakan nilai, arah perjuangan, dan tanggung jawab moral. Nilai tersebut, kata dia, adalah Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi fondasi perjuangan PMII sejak didirikan.Menurutnya, kader PMII harus mampu menunjukkan jati diri sebagai intelektual muda yang tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip keislaman moderat, toleran, dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Dengan demikian, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan menggeser identitas kader, tetapi justru menjadi sarana untuk memperluas kemanfaatan bagi umat dan bangsa.Ia juga menyoroti karakter ITSNU Pekalongan sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan atmosfer akademik berbasis sains dan teknologi. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi kader PMII untuk mengembangkan kapasitas keilmuan sekaligus memperkuat karakter kepemimpinan yang bernafaskan nilai-nilai Aswaja."ITSNU Pekalongan memiliki suasana akademik yang kuat di bidang sains dan teknologi. Karena itu, kader PMII harus mampu mengambil peran di dalamnya tanpa kehilangan identitas sebagai kader Ahlussunnah wal Jamaah," ungkapnya.Lebih lanjut, KH. Muslih Khudhori mengingatkan agar mahasiswa tidak memandang organisasi sebagai penghambat proses akademik. Sebaliknya, organisasi merupakan ruang pembelajaran yang dapat membentuk kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, hingga kepekaan sosial yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kuliah.Ia pun mengajak seluruh kader untuk mampu menjaga keseimbangan antara belajar dan berorganisasi. Menurutnya, keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi dalam proses pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas."Jangan ragu untuk berproses di PMII. Belajar di kampus harus berjalan beriringan dengan aktivitas organisasi, karena keduanya akan membentuk pribadi yang utuh, memiliki ilmu pengetahuan sekaligus pengalaman dalam mengabdi kepada masyarakat," pesannya.Melalui pelaksanaan Rapat Tahunan Komisariat V, PMII Komisariat ITSNU Pekalongan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi organisasi yang tidak hanya memperkuat tata kelola internal, tetapi juga mempertegas peran PMII sebagai organisasi kader yang responsif terhadap tantangan zaman. Dengan fondasi Aswaja yang kokoh dan semangat pengembangan sains serta teknologi, PMII ITSNU Pekalongan diharapkan terus melahirkan kader-kader yang berintegritas, adaptif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kampus, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat luas.
21 Jul 2026 175
Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V PMII ITSNU Pekalongan Teguhkan Semangat “Fundamenta Altis”
Berita
Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V PMII ITSNU Pekalongan Teguhkan Semangat “Fundamenta Altis”
Pekalongan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat ITSNU Pekalongan sukses menyelenggarakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V pada Senin (20/7/2026) di Aula Gedung A Lantai 3 ITSNU Pekalongan. Mengusung tema "Fundamenta Altis", kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus merumuskan arah gerak PMII Komisariat ITSNU Pekalongan ke depan agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.Kegiatan dihadiri oleh jajaran pengurus komisariat, kader PMII, alumni, unsur pimpinan kampus, Pengurus Cabang PMII Pekalongan, serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan.Ketua Komisariat PMII ITSNU Pekalongan, Akhmad Misbakhul Anam, dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat semangat perjuangan dan menjaga eksistensi organisasi di lingkungan kampus."Ke depan kita harus lebih mampu berjuang untuk PMII, khususnya di lingkungan Kampus ITSNU Pekalongan. RTK ini harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus mempererat semangat kaderisasi," ujarnya.Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Mafturrahman, S.Sos., M.Ap. selaku Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII ITSNU Pekalongan. Ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya RTK sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan dan proses kaderisasi yang berkelanjutan.Mewakili Rektor ITSNU Pekalongan, Bapak Husni Hidayat, S.Kom., M.Kom. menyampaikan harapan agar PMII terus berkembang menjadi organisasi yang mampu mencetak mahasiswa unggul."PMII ITSNU harus terus tumbuh sebagai organisasi yang mampu membentuk karakter, meningkatkan kapasitas akademik, dan menjadi mitra strategis kampus dalam menciptakan mahasiswa yang berprestasi serta berdaya saing," tuturnya.Sementara itu, Ketua Cabang PMII Pekalongan, Sahabat Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa PMII ITSNU Pekalongan harus mampu menjawab tantangan zaman, terutama di era perkembangan sains dan teknologi."PMII ITSNU harus mampu menjawab kebutuhan tantangan zaman, khususnya dalam bidang sains dan teknologi. Kader PMII tidak hanya kuat secara ideologi dan nilai-nilai keislaman, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," tegasnya.Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Bapak Drs. KH. Muslih Khudhori, memberikan tausiyah dan penguatan nilai-nilai keaswajaan kepada seluruh peserta. Ia menjelaskan bahwa PMII merupakan organisasi Al Harokah, yakni gerakan yang seluruh aktivitasnya dibingkai oleh nilai-nilai **Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).Beliau juga menegaskan bahwa ITSNU Pekalongan memiliki karakter sebagai kampus yang mengembangkan keilmuan sains dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, kader PMII dituntut mampu menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan aktivitas organisasi."Jangan pernah ragu untuk berproses di PMII. Belajar di kampus dan berorganisasi harus berjalan seimbang, karena keduanya menjadi bekal penting dalam membentuk kader yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat," pesannya.Melalui penyelenggaraan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta mempertegas peran PMII Komisariat ITSNU Pekalongan sebagai organisasi mahasiswa yang progresif, berlandaskan nilai-nilai Aswaja, dan siap menjawab tantangan masa depan.
21 Jul 2026 175
Pelantikan Raya PMII UIN Gus Dur Pekalongan 2026–2027, Semangat Transformatif untuk Merawat Tradisi dan Menembus Batas Inovasi
Berita
Pelantikan Raya PMII UIN Gus Dur Pekalongan 2026–2027, Semangat Transformatif untuk Merawat Tradisi dan Menembus Batas Inovasi
Pekalongan – Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan beserta jajaran rayon resmi dilantik dalam Pelantikan Raya PMII Komisariat dan Rayon UIN Gus Dur Pekalongan Masa Khidmat 2026–2027 yang berlangsung di Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan, Jumat (17/7/2026).Mengusung tema "PMII Transformatif: Merawat Tradisi, Menembus Batas Inovasi", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah gerakan kader PMII agar tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman dan tantangan era transformasi.Ketua PC PMII Pekalongan, Sahabat Ahmad Nur Khozin, menyampaikan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjaga tradisi intelektual dan kaderisasi yang menjadi ruh organisasi. "Pelantikan bukan sekadar seremonial, tetapi awal dari amanah besar untuk menghadirkan PMII yang semakin relevan, responsif terhadap persoalan umat, dan mampu melahirkan kader yang berintegritas serta berdampak bagi masyarakat," pesannya.Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Ki Ageng Ganjur UIN Gus Dur Pekalongan, Sahabat Arif Wibowo, menyampaikan harapannya agar kepengurusan masa khidmat 2026–2027 mampu membangun sinergi antarkader, memperkuat budaya intelektual, serta mengoptimalkan peran PMII sebagai organisasi kader yang mampu menjawab tantangan zaman.Ia menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai tradisi PMII sekaligus membuka ruang inovasi dalam setiap gerakan organisasi.Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada prosesi pelantikan. Acara dilanjutkan dengan Pengukuhan Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN Gus Dur Pekalongan, sebagai bentuk penguatan peran kader perempuan dalam membangun organisasi yang inklusif dan berdaya saing.Selain itu, turut dilaksanakan Pengukuhan Lembaga Semi Otonom (LSO) Rayon di bawah naungan Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN Gus Dur Pekalongan. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan potensi kader melalui berbagai bidang minat, keilmuan, serta pengabdian sesuai karakteristik masing-masing rayon.Pelantikan Raya ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepengurusan yang solid, visioner, dan mampu membawa PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN Gus Dur Pekalongan semakin berkontribusi bagi kampus, masyarakat, serta kemajuan bangsa melalui gerakan kaderisasi, intelektualitas, dan pengabdian yang berkelanjutan.
18 Jul 2026 148
Rektor ITSNU Dorong Penguatan Intelektual Kader NU Melalui PKD PMII
Berita
Rektor ITSNU Dorong Penguatan Intelektual Kader NU Melalui PKD PMII
Pekalongan — Rektor Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, S.E., M.Si., mendorong penguatan intelektual kader Nahdlatul Ulama di lingkungan mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat ITSNU Pekalongan. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Aula Gedung A ITSNU Pekalongan.PKD PMII Komisariat ITSNU Pekalongan tahun ini mengusung tema “Rekonstruksi Militansi Kader Mujahid: Menumbuhkan Komitmen dan Integritas untuk Keberlangsungan Pergerakan di Tengah Dinamika Zaman.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa kaderisasi PMII tidak hanya diarahkan untuk membentuk anggota yang aktif secara organisatoris, tetapi juga mencetak kader yang memiliki kesadaran ideologis, ketajaman intelektual, integritas moral, serta komitmen terhadap nilai-nilai pergerakan.Dalam sambutannya, Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, menyampaikan bahwa PMII memiliki peran penting dalam membentuk kader mahasiswa NU yang mampu menjadi representasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Menurutnya, kader PMII harus mampu mencerminkan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan akademik maupun sosial.“Kader PMII harus mampu mewakili cerminan keilmuan NU dan Aswaja. Sebagai mahasiswa, kader tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas keilmuan, cara berpikir yang matang, serta kemampuan membaca perubahan zaman,” ungkapnya.Rektor juga menegaskan bahwa kaderisasi mahasiswa NU harus dipandang sebagai proses jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan kegiatan selama forum berlangsung, tetapi juga dari bagaimana kader mampu melanjutkan proses belajar, berorganisasi, dan mengembangkan kapasitas diri setelah kegiatan selesai.“Fokus PKD bukan hanya pada saat pelaksanaan, tetapi juga pada pasca-PKD. Setelah kegiatan ini selesai, kader harus tetap didampingi, diarahkan, dan diberi ruang untuk mengembangkan potensi keilmuannya,” tegasnya.Ia menambahkan bahwa ITSNU Pekalongan mendukung segala bentuk kegiatan kaderisasi yang berorientasi pada penguatan intelektual mahasiswa, terutama kegiatan yang mampu menghubungkan tradisi keilmuan kampus dengan nilai-nilai ke-NU-an. Menurutnya, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan memiliki ruang strategis untuk menumbuhkan tradisi diskusi, kajian, riset, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisariat PMII ITSNU Pekalongan, Misbakhul Anam, menyampaikan bahwa tema PKD kali ini lahir dari kebutuhan untuk meneguhkan kembali militansi kader di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, militansi kader tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai keberanian bergerak semata, melainkan harus dibangun di atas komitmen, integritas, kedisiplinan, dan kesadaran ideologis.Ia juga mengutip pesan Ketua Umum PB PMII pertama, Mahbub Djunaidi, bahwa kader harus “berpegang teguh pada prinsip, setia pada proses.” Kutipan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta PKD agar tidak mudah goyah dalam memegang nilai perjuangan, sekaligus sabar dan konsisten menjalani proses kaderisasi di PMII.“Rekonstruksi militansi kader mujahid merupakan ikhtiar untuk meneguhkan kembali arah gerak kader PMII. Kader harus memiliki komitmen yang kuat, integritas yang kokoh, serta kesetiaan terhadap proses. Sebab, kader PMII tidak hanya dituntut mampu berbicara tentang perubahan, tetapi juga harus siap ditempa dalam proses perjuangan yang panjang,” ujarnya.Sementara itu, Sekretaris PC PMII Pekalongan, Nurul Iman, menegaskan bahwa seorang kader PMII harus memahami organisasi secara utuh, baik dari sisi sejarah, nilai, maupun arah perjuangannya. Ia menyampaikan bahwa PMII tidak dapat dilepaskan dari akar historis Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.Menurut Nurul Iman, pesan Mbah Kiai Idham Cholid sebelum berdirinya PMII, yakni bahwa organisasi mahasiswa NU yang kelak dibentuk harus berlandaskan prinsip ilmu untuk amal, menjadi pijakan penting dalam membentuk karakter kader. Prinsip tersebut, lanjutnya, harus menjadi ruh dalam setiap proses kaderisasi PMII.“PMII lahir bukan hanya sebagai ruang berkumpul mahasiswa, tetapi sebagai wadah kaderisasi, perjuangan, dan pengabdian. Prinsip ilmu untuk amal harus menjadi landasan bagi kader dalam menumbuhkan komitmen dan integritas. Ilmu yang dimiliki kader tidak boleh berhenti dalam ruang diskusi, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata untuk organisasi, masyarakat, agama, dan bangsa,” jelasnya.Mabinkom PMII ITSNU Pekalongan sekaligus Wakil Rektor III ITSNU Pekalongan, Iqbal Notoatmojo, S.H.I., M.E., juga menyampaikan bahwa PMII merupakan bagian penting dari proses kaderisasi NU di lingkungan mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kader PMII untuk memperkuat jejaring, membangun kapasitas intelektual, dan memperluas wawasan agar mampu menghadapi dinamika zaman.“PMII adalah bagian dari kaderisasi NU. Maka kader PMII harus mampu berjejaring, memperkuat intelektualitas, dan hadir sebagai mahasiswa yang memiliki arah perjuangan yang jelas,” tuturnya.Pembukaan PKD tersebut turut dihadiri oleh jajaran Rektorat ITSNU Pekalongan, jajaran Majelis Pembina Komisariat, Pengurus Cabang PMII Pekalongan, serta peserta dari internal Komisariat PMII ITSNU Pekalongan dan peserta eksternal dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.Acara pembukaan PKD PMII Komisariat ITSNU Pekalongan secara resmi dibuka oleh Rektor ITSNU Pekalongan. Melalui kegiatan ini, PMII Komisariat ITSNU Pekalongan diharapkan mampu melahirkan kader-kader NU yang militan, berintegritas, berkomitmen, serta memiliki kapasitas intelektual yang kuat dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai pergerakan di tengah dinamika zaman.
11 Jun 2026 405
Pelantikan PC PMII Pekalongan Jadi Titik Awal Gerakan Berkelanjutan
Berita
Pelantikan PC PMII Pekalongan Jadi Titik Awal Gerakan Berkelanjutan
Pekalongan — Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pekalongan masa khidmat 2026–2027 resmi dilantik pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Aula Setda Kabupaten Pekalongan. Pelantikan ini mengusung tema “Reorientasi Gerakan Menuju Organisasi Digdaya Berkelanjutan.”Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S, berharap kepengurusan baru PMII mampu bergerak cepat dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program serta kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa.“Saya berharap PMII di bawah kepengurusan yang baru bisa berakselerasi, melakukan percepatan-percepatan, serta menjaga keberlangsungan program agar tidak terputus dan tetap memberi manfaat secara berkesinambungan, adaptif dengan perkembangan zaman,” ujarnya.Menurutnya, pemerintah daerah sangat membutuhkan gagasan-gagasan segar dari kader PMII yang dinilai masih memiliki idealisme tinggi serta nilai perjuangan yang kuat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan PMII.“Selama ini PMII mampu memberikan sinergi dan sumbangsih pemikiran yang baik. Saya berkomitmen akan terus bersinergi. Tidak mungkin saya meninggalkan PMII apalagi mengabaikannya,” tegasnya.Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, menekankan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah untuk berkhidmat, bukan untuk berkuasa.“Jabatan itu bukan siapa yang paling berkuasa, tapi siapa yang paling bisa berkhidmat untuk organisasi,” ungkapnya.Ia juga mengingatkan pentingnya pembenahan organisasi di tingkat cabang, penguatan nilai dasar ideologi PMII, serta menjaga integritas dan akhlak dalam menjalankan peran organisasi. Selain itu, ia mendorong agar PMII terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah.Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII, M. Sofiyullah Cokro, dalam arahannya menyebut pelantikan ini sebagai momentum strategis bagi pengurus baru untuk menjalankan peran organisasi secara maksimal. Ia menegaskan bahwa kader PMII harus berani bersikap, baik sebagai mitra strategis maupun mitra kritis pemerintah.“Jangan takut untuk melakukan apa pun. Saya titipkan kepada para ketua cabang bahwa peran seluruh pengurus di PC PMII Pekalongan ada di tangan Anda. Cita-cita sahabat-sahabat juga ada pada Anda. Kita tidak boleh kalah dalam bercita-cita, terutama dalam konteks gerakan produktif sebagai pengurus cabang, bukan cita-cita pribadi. Untuk satu periode ke depan, kesampingkan dulu kepentingan pribadi. Fokuskan cita-cita pada tujuan organisasi PC PMII Pekalongan, yakni mewujudkan transformasi,” pesannya.Senada dengan itu, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah, Ahmad Farichin, menekankan pentingnya peran ganda PMII sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis. Ia mendorong seluruh kader PMII di daerah untuk aktif menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).“PMII harus mampu mengiringi perkembangan zaman, menjadi organisasi yang adaptif, serta mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah di masing-masing daerah,” katanya.Di sisi lain, Ketua PC PMII Pekalongan yang baru dilantik, Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa PMII memiliki landasan nilai yang kuat melalui konsep trilogi, yakni dzikir, fikir, dan amal saleh. Ia menyebut nilai tersebut menjadi ruh gerakan PMII dalam mencetak kader yang berintegritas, intelektual, dan profesional.“Rumusan tersebut bukan sekadar jargon, tetapi menjadi nilai filosofis PMII dalam mewujudkan kader sebagai insan ulul albab,” jelasnya.Khozin juga menekankan pentingnya empati dan kepekaan sosial di tengah era pasca-kebenaran, serta menegaskan bahwa kader PMII harus mampu menjadi agen perbaikan di masyarakat.“Momentum pelantikan ini tidak hanya seremonial, tetapi menjadi peneguhan nilai dalam memperjuangkan khittah pergerakan,” pungkasnya.Kegiatan pelantikan turut dihadiri Ketua DPRD Abdul Munir, unsur Forkopimda seperti Kapolres Pekalongan dan Dandim 0710 Pekalongan, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan tamu undangan lainnya.
02 May 2026 133
PC PMII Pekalongan Gelar Bimtek SIKAT APPs untuk Penguatan Administrasi Kaderisasi
Berita
PC PMII Pekalongan Gelar Bimtek SIKAT APPs untuk Penguatan Administrasi Kaderisasi
Pekalongan — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pekalongan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SIKAT APPs (Sistem Informasi Kaderisasi dan Administrasi Terpadu) pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat PC PMII Pekalongan dan diikuti oleh delegasi dari seluruh Pengurus Komisariat di bawah naungan PC PMII Pekalongan.Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam pengelolaan administrasi dan kaderisasi berbasis digital melalui platform SIKAT APPs. Dengan sistem ini, diharapkan proses pendataan, monitoring, serta evaluasi kaderisasi dapat berjalan lebih efektif, terstruktur, dan transparan.Sahabat Nurul Iman selaku Sekretaris PC PMII Pekalongan bertindak sebagai tutor dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pentingnya transformasi digital dalam organisasi untuk menjawab tantangan zaman serta memperkuat tata kelola organisasi yang profesional.“SIKAT APPs bukan sekadar alat, tapi bagian dari ikhtiar kita untuk menata kaderisasi yang lebih rapi, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.Turut mendampingi sebagai pendamping tutor, Sahabat Mahfud Samsul Arifin selaku Koordinator Biro Media, Riset, dan Publikasi PC PMII Pekalongan. Ia membantu peserta dalam praktik teknis penggunaan aplikasi serta memberikan pemahaman terkait integrasi data kaderisasi dengan kebutuhan publikasi organisasi.Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung, tanya jawab, serta diskusi terkait kendala yang dihadapi komisariat dalam pengelolaan administrasi.Melalui Bimtek ini, PC PMII Pekalongan berharap seluruh komisariat mampu mengimplementasikan SIKAT APPs secara optimal demi terwujudnya sistem kaderisasi yang modern dan terintegrasi.
02 May 2026 126
Rakercab PMII Pekalongan 2026: Reorientasi Gerakan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan
Berita
Rakercab PMII Pekalongan 2026: Reorientasi Gerakan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan
Pekalongan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pekalongan menggelar Rapat Kerja Pengurus Cabang (Rakercab) tahun 2026 dengan penuh kekhidmatan dan semangat kolektif. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Februari 2026 di Gedung PCNU Kota Pekalongan ini menjadi momentum awal dalam merumuskan arah strategis organisasi ke depan.Mengusung tema “Reorientasi PC PMII Pekalongan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan”, forum ini tidak hanya diposisikan sebagai agenda administratif semata, melainkan sebagai ruang ideologis yang meniscayakan dialektika gagasan. Para peserta yang terdiri dari jajaran calon kepengurusan cabang terlibat aktif dalam proses konsolidasi awal guna mempertegas orientasi gerakan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga relevan secara sosial.Dalam dinamika pembahasan, Nilai Dasar Pergerakan (NDP) kembali ditegaskan sebagai landasan utama dalam setiap langkah organisasi. NDP dipahami sebagai pijakan etik, moral, dan intelektual yang harus terimplementasi dalam praksis gerakan, bukan sekadar menjadi dokumen normatif. Kesadaran ini menjadi penting untuk memastikan bahwa arah gerak PMII tetap berpijak pada nilai sekaligus responsif terhadap realitas.Forum juga menyoroti pentingnya keluar dari jebakan rutinitas administratif yang kerap membatasi ruang gerak organisasi. PMII Pekalongan diharapkan tidak hanya berkutat pada kerja-kerja struktural, tetapi mampu membangun kolektivitas gerakan yang konkret, berdampak, dan berkelanjutan. Dengan demikian, organisasi dapat lebih adaptif dalam merespons berbagai persoalan sosial, baik di tingkat lokal maupun global.Salah satu fokus utama yang disepakati dalam Rakercab ini adalah isu lingkungan hidup. Gagasan PMII Eco Movement dirumuskan sebagai arah strategis gerakan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kesadaran ekologis, sebagai wujud nyata dari konsep hablum minal alam. Krisis ekologis yang semakin nyata dinilai menuntut keterlibatan aktif PMII dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.Ketua PC PMII Pekalongan, Sahabat Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa program kerja yang dirumuskan harus memiliki orientasi jangka panjang dan tidak terjebak pada kegiatan seremonial. “Organisasi ini harus dibangun tidak hanya digdaya dalam struktur, tetapi juga berkelanjutan dalam gerakan—mengakar pada nilai, berpijak pada realitas, dan bergerak untuk perubahan,” tegasnya.Melalui Rakercab ini, PC PMII Pekalongan menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang progresif, ideologis, dan transformatif. Dengan semangat kolektif yang terbangun, PMII Pekalongan optimis mampu menjadi organisasi yang tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
26 Apr 2026 121