Berita
Pekalongan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pekalongan menggelar Rapat Kerja Pengurus Cabang (Rakercab) tahun 2026 dengan penuh kekhidmatan dan semangat kolektif. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Februari 2026 di Gedung PCNU Kota Pekalongan ini menjadi momentum awal dalam merumuskan arah strategis organisasi ke depan.Mengusung tema “Reorientasi PC PMII Pekalongan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan”, forum ini tidak hanya diposisikan sebagai agenda administratif semata, melainkan sebagai ruang ideologis yang meniscayakan dialektika gagasan. Para peserta yang terdiri dari jajaran calon kepengurusan cabang terlibat aktif dalam proses konsolidasi awal guna mempertegas orientasi gerakan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga relevan secara sosial.Dalam dinamika pembahasan, Nilai Dasar Pergerakan (NDP) kembali ditegaskan sebagai landasan utama dalam setiap langkah organisasi. NDP dipahami sebagai pijakan etik, moral, dan intelektual yang harus terimplementasi dalam praksis gerakan, bukan sekadar menjadi dokumen normatif. Kesadaran ini menjadi penting untuk memastikan bahwa arah gerak PMII tetap berpijak pada nilai sekaligus responsif terhadap realitas.Forum juga menyoroti pentingnya keluar dari jebakan rutinitas administratif yang kerap membatasi ruang gerak organisasi. PMII Pekalongan diharapkan tidak hanya berkutat pada kerja-kerja struktural, tetapi mampu membangun kolektivitas gerakan yang konkret, berdampak, dan berkelanjutan. Dengan demikian, organisasi dapat lebih adaptif dalam merespons berbagai persoalan sosial, baik di tingkat lokal maupun global.Salah satu fokus utama yang disepakati dalam Rakercab ini adalah isu lingkungan hidup. Gagasan PMII Eco Movement dirumuskan sebagai arah strategis gerakan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kesadaran ekologis, sebagai wujud nyata dari konsep hablum minal alam. Krisis ekologis yang semakin nyata dinilai menuntut keterlibatan aktif PMII dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.Ketua PC PMII Pekalongan, Sahabat Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa program kerja yang dirumuskan harus memiliki orientasi jangka panjang dan tidak terjebak pada kegiatan seremonial. “Organisasi ini harus dibangun tidak hanya digdaya dalam struktur, tetapi juga berkelanjutan dalam gerakan—mengakar pada nilai, berpijak pada realitas, dan bergerak untuk perubahan,” tegasnya.Melalui Rakercab ini, PC PMII Pekalongan menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang progresif, ideologis, dan transformatif. Dengan semangat kolektif yang terbangun, PMII Pekalongan optimis mampu menjadi organisasi yang tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
26 Apr 2026
16