Warta Pergerakan - PC PMII Pekalongan

Warta Pergerakan

Kabar terkini dan opini kader PMII Pekalongan

Menampilkan hasil: "Keorganisasian" Reset
Ketua PCNU Pekalongan: PMII Harus Kuasai Sains dan Teknologi Tanpa Kehilangan Nilai Aswaja
Berita
Ketua PCNU Pekalongan: PMII Harus Kuasai Sains dan Teknologi Tanpa Kehilangan Nilai Aswaja
Pekalongan – Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslih Khudhori, menegaskan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus tetap menjadi gerakan yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah pesatnya perkembangan sains dan teknologi. Menurutnya, identitas PMII sebagai Al Harokah atau organisasi pergerakan tidak boleh tercerabut dari bingkai Aswaja, sehingga mampu melahirkan kader yang memiliki keseimbangan antara intelektualitas, spiritualitas, dan pengabdian kepada masyarakat.Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V PMII Komisariat ITSNU Pekalongan yang diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, di Aula Gedung A Lantai 3 ITSNU Pekalongan. Mengusung tema "Fundamenta Altis", forum tahunan ini menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus penyusunan arah gerak PMII Komisariat ITSNU Pekalongan untuk satu periode kepengurusan mendatang.Dalam sambutannya, KH. Muslih Khudhori menjelaskan bahwa makna Al Harokah bukan sekadar bergerak menjalankan aktivitas organisasi, melainkan sebuah gerakan yang memiliki pijakan nilai, arah perjuangan, dan tanggung jawab moral. Nilai tersebut, kata dia, adalah Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi fondasi perjuangan PMII sejak didirikan.Menurutnya, kader PMII harus mampu menunjukkan jati diri sebagai intelektual muda yang tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip keislaman moderat, toleran, dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Dengan demikian, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan menggeser identitas kader, tetapi justru menjadi sarana untuk memperluas kemanfaatan bagi umat dan bangsa.Ia juga menyoroti karakter ITSNU Pekalongan sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan atmosfer akademik berbasis sains dan teknologi. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi kader PMII untuk mengembangkan kapasitas keilmuan sekaligus memperkuat karakter kepemimpinan yang bernafaskan nilai-nilai Aswaja."ITSNU Pekalongan memiliki suasana akademik yang kuat di bidang sains dan teknologi. Karena itu, kader PMII harus mampu mengambil peran di dalamnya tanpa kehilangan identitas sebagai kader Ahlussunnah wal Jamaah," ungkapnya.Lebih lanjut, KH. Muslih Khudhori mengingatkan agar mahasiswa tidak memandang organisasi sebagai penghambat proses akademik. Sebaliknya, organisasi merupakan ruang pembelajaran yang dapat membentuk kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, hingga kepekaan sosial yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kuliah.Ia pun mengajak seluruh kader untuk mampu menjaga keseimbangan antara belajar dan berorganisasi. Menurutnya, keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi dalam proses pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas."Jangan ragu untuk berproses di PMII. Belajar di kampus harus berjalan beriringan dengan aktivitas organisasi, karena keduanya akan membentuk pribadi yang utuh, memiliki ilmu pengetahuan sekaligus pengalaman dalam mengabdi kepada masyarakat," pesannya.Melalui pelaksanaan Rapat Tahunan Komisariat V, PMII Komisariat ITSNU Pekalongan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi organisasi yang tidak hanya memperkuat tata kelola internal, tetapi juga mempertegas peran PMII sebagai organisasi kader yang responsif terhadap tantangan zaman. Dengan fondasi Aswaja yang kokoh dan semangat pengembangan sains serta teknologi, PMII ITSNU Pekalongan diharapkan terus melahirkan kader-kader yang berintegritas, adaptif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kampus, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat luas.
21 Jul 2026 41
Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V PMII ITSNU Pekalongan Teguhkan Semangat “Fundamenta Altis”
Berita
Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V PMII ITSNU Pekalongan Teguhkan Semangat “Fundamenta Altis”
Pekalongan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat ITSNU Pekalongan sukses menyelenggarakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V pada Senin (20/7/2026) di Aula Gedung A Lantai 3 ITSNU Pekalongan. Mengusung tema "Fundamenta Altis", kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus merumuskan arah gerak PMII Komisariat ITSNU Pekalongan ke depan agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.Kegiatan dihadiri oleh jajaran pengurus komisariat, kader PMII, alumni, unsur pimpinan kampus, Pengurus Cabang PMII Pekalongan, serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan.Ketua Komisariat PMII ITSNU Pekalongan, Akhmad Misbakhul Anam, dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat semangat perjuangan dan menjaga eksistensi organisasi di lingkungan kampus."Ke depan kita harus lebih mampu berjuang untuk PMII, khususnya di lingkungan Kampus ITSNU Pekalongan. RTK ini harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus mempererat semangat kaderisasi," ujarnya.Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Mafturrahman, S.Sos., M.Ap. selaku Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII ITSNU Pekalongan. Ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya RTK sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan dan proses kaderisasi yang berkelanjutan.Mewakili Rektor ITSNU Pekalongan, Bapak Husni Hidayat, S.Kom., M.Kom. menyampaikan harapan agar PMII terus berkembang menjadi organisasi yang mampu mencetak mahasiswa unggul."PMII ITSNU harus terus tumbuh sebagai organisasi yang mampu membentuk karakter, meningkatkan kapasitas akademik, dan menjadi mitra strategis kampus dalam menciptakan mahasiswa yang berprestasi serta berdaya saing," tuturnya.Sementara itu, Ketua Cabang PMII Pekalongan, Sahabat Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa PMII ITSNU Pekalongan harus mampu menjawab tantangan zaman, terutama di era perkembangan sains dan teknologi."PMII ITSNU harus mampu menjawab kebutuhan tantangan zaman, khususnya dalam bidang sains dan teknologi. Kader PMII tidak hanya kuat secara ideologi dan nilai-nilai keislaman, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," tegasnya.Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Bapak Drs. KH. Muslih Khudhori, memberikan tausiyah dan penguatan nilai-nilai keaswajaan kepada seluruh peserta. Ia menjelaskan bahwa PMII merupakan organisasi Al Harokah, yakni gerakan yang seluruh aktivitasnya dibingkai oleh nilai-nilai **Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).Beliau juga menegaskan bahwa ITSNU Pekalongan memiliki karakter sebagai kampus yang mengembangkan keilmuan sains dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, kader PMII dituntut mampu menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan aktivitas organisasi."Jangan pernah ragu untuk berproses di PMII. Belajar di kampus dan berorganisasi harus berjalan seimbang, karena keduanya menjadi bekal penting dalam membentuk kader yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat," pesannya.Melalui penyelenggaraan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta mempertegas peran PMII Komisariat ITSNU Pekalongan sebagai organisasi mahasiswa yang progresif, berlandaskan nilai-nilai Aswaja, dan siap menjawab tantangan masa depan.
21 Jul 2026 58
Pelantikan Raya PMII UIN Gus Dur Pekalongan 2026–2027, Semangat Transformatif untuk Merawat Tradisi dan Menembus Batas Inovasi
Berita
Pelantikan Raya PMII UIN Gus Dur Pekalongan 2026–2027, Semangat Transformatif untuk Merawat Tradisi dan Menembus Batas Inovasi
Pekalongan – Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan beserta jajaran rayon resmi dilantik dalam Pelantikan Raya PMII Komisariat dan Rayon UIN Gus Dur Pekalongan Masa Khidmat 2026–2027 yang berlangsung di Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan, Jumat (17/7/2026).Mengusung tema "PMII Transformatif: Merawat Tradisi, Menembus Batas Inovasi", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah gerakan kader PMII agar tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman dan tantangan era transformasi.Ketua PC PMII Pekalongan, Sahabat Ahmad Nur Khozin, menyampaikan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjaga tradisi intelektual dan kaderisasi yang menjadi ruh organisasi. "Pelantikan bukan sekadar seremonial, tetapi awal dari amanah besar untuk menghadirkan PMII yang semakin relevan, responsif terhadap persoalan umat, dan mampu melahirkan kader yang berintegritas serta berdampak bagi masyarakat," pesannya.Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Ki Ageng Ganjur UIN Gus Dur Pekalongan, Sahabat Arif Wibowo, menyampaikan harapannya agar kepengurusan masa khidmat 2026–2027 mampu membangun sinergi antarkader, memperkuat budaya intelektual, serta mengoptimalkan peran PMII sebagai organisasi kader yang mampu menjawab tantangan zaman.Ia menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai tradisi PMII sekaligus membuka ruang inovasi dalam setiap gerakan organisasi.Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada prosesi pelantikan. Acara dilanjutkan dengan Pengukuhan Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN Gus Dur Pekalongan, sebagai bentuk penguatan peran kader perempuan dalam membangun organisasi yang inklusif dan berdaya saing.Selain itu, turut dilaksanakan Pengukuhan Lembaga Semi Otonom (LSO) Rayon di bawah naungan Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN Gus Dur Pekalongan. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan potensi kader melalui berbagai bidang minat, keilmuan, serta pengabdian sesuai karakteristik masing-masing rayon.Pelantikan Raya ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepengurusan yang solid, visioner, dan mampu membawa PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN Gus Dur Pekalongan semakin berkontribusi bagi kampus, masyarakat, serta kemajuan bangsa melalui gerakan kaderisasi, intelektualitas, dan pengabdian yang berkelanjutan.
18 Jul 2026 51
Rektor ITSNU Dorong Penguatan Intelektual Kader NU Melalui PKD PMII
Berita
Rektor ITSNU Dorong Penguatan Intelektual Kader NU Melalui PKD PMII
Pekalongan — Rektor Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, S.E., M.Si., mendorong penguatan intelektual kader Nahdlatul Ulama di lingkungan mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat ITSNU Pekalongan. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Aula Gedung A ITSNU Pekalongan.PKD PMII Komisariat ITSNU Pekalongan tahun ini mengusung tema “Rekonstruksi Militansi Kader Mujahid: Menumbuhkan Komitmen dan Integritas untuk Keberlangsungan Pergerakan di Tengah Dinamika Zaman.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa kaderisasi PMII tidak hanya diarahkan untuk membentuk anggota yang aktif secara organisatoris, tetapi juga mencetak kader yang memiliki kesadaran ideologis, ketajaman intelektual, integritas moral, serta komitmen terhadap nilai-nilai pergerakan.Dalam sambutannya, Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, menyampaikan bahwa PMII memiliki peran penting dalam membentuk kader mahasiswa NU yang mampu menjadi representasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Menurutnya, kader PMII harus mampu mencerminkan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan akademik maupun sosial.“Kader PMII harus mampu mewakili cerminan keilmuan NU dan Aswaja. Sebagai mahasiswa, kader tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas keilmuan, cara berpikir yang matang, serta kemampuan membaca perubahan zaman,” ungkapnya.Rektor juga menegaskan bahwa kaderisasi mahasiswa NU harus dipandang sebagai proses jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan kegiatan selama forum berlangsung, tetapi juga dari bagaimana kader mampu melanjutkan proses belajar, berorganisasi, dan mengembangkan kapasitas diri setelah kegiatan selesai.“Fokus PKD bukan hanya pada saat pelaksanaan, tetapi juga pada pasca-PKD. Setelah kegiatan ini selesai, kader harus tetap didampingi, diarahkan, dan diberi ruang untuk mengembangkan potensi keilmuannya,” tegasnya.Ia menambahkan bahwa ITSNU Pekalongan mendukung segala bentuk kegiatan kaderisasi yang berorientasi pada penguatan intelektual mahasiswa, terutama kegiatan yang mampu menghubungkan tradisi keilmuan kampus dengan nilai-nilai ke-NU-an. Menurutnya, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan memiliki ruang strategis untuk menumbuhkan tradisi diskusi, kajian, riset, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisariat PMII ITSNU Pekalongan, Misbakhul Anam, menyampaikan bahwa tema PKD kali ini lahir dari kebutuhan untuk meneguhkan kembali militansi kader di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, militansi kader tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai keberanian bergerak semata, melainkan harus dibangun di atas komitmen, integritas, kedisiplinan, dan kesadaran ideologis.Ia juga mengutip pesan Ketua Umum PB PMII pertama, Mahbub Djunaidi, bahwa kader harus “berpegang teguh pada prinsip, setia pada proses.” Kutipan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta PKD agar tidak mudah goyah dalam memegang nilai perjuangan, sekaligus sabar dan konsisten menjalani proses kaderisasi di PMII.“Rekonstruksi militansi kader mujahid merupakan ikhtiar untuk meneguhkan kembali arah gerak kader PMII. Kader harus memiliki komitmen yang kuat, integritas yang kokoh, serta kesetiaan terhadap proses. Sebab, kader PMII tidak hanya dituntut mampu berbicara tentang perubahan, tetapi juga harus siap ditempa dalam proses perjuangan yang panjang,” ujarnya.Sementara itu, Sekretaris PC PMII Pekalongan, Nurul Iman, menegaskan bahwa seorang kader PMII harus memahami organisasi secara utuh, baik dari sisi sejarah, nilai, maupun arah perjuangannya. Ia menyampaikan bahwa PMII tidak dapat dilepaskan dari akar historis Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.Menurut Nurul Iman, pesan Mbah Kiai Idham Cholid sebelum berdirinya PMII, yakni bahwa organisasi mahasiswa NU yang kelak dibentuk harus berlandaskan prinsip ilmu untuk amal, menjadi pijakan penting dalam membentuk karakter kader. Prinsip tersebut, lanjutnya, harus menjadi ruh dalam setiap proses kaderisasi PMII.“PMII lahir bukan hanya sebagai ruang berkumpul mahasiswa, tetapi sebagai wadah kaderisasi, perjuangan, dan pengabdian. Prinsip ilmu untuk amal harus menjadi landasan bagi kader dalam menumbuhkan komitmen dan integritas. Ilmu yang dimiliki kader tidak boleh berhenti dalam ruang diskusi, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata untuk organisasi, masyarakat, agama, dan bangsa,” jelasnya.Mabinkom PMII ITSNU Pekalongan sekaligus Wakil Rektor III ITSNU Pekalongan, Iqbal Notoatmojo, S.H.I., M.E., juga menyampaikan bahwa PMII merupakan bagian penting dari proses kaderisasi NU di lingkungan mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kader PMII untuk memperkuat jejaring, membangun kapasitas intelektual, dan memperluas wawasan agar mampu menghadapi dinamika zaman.“PMII adalah bagian dari kaderisasi NU. Maka kader PMII harus mampu berjejaring, memperkuat intelektualitas, dan hadir sebagai mahasiswa yang memiliki arah perjuangan yang jelas,” tuturnya.Pembukaan PKD tersebut turut dihadiri oleh jajaran Rektorat ITSNU Pekalongan, jajaran Majelis Pembina Komisariat, Pengurus Cabang PMII Pekalongan, serta peserta dari internal Komisariat PMII ITSNU Pekalongan dan peserta eksternal dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.Acara pembukaan PKD PMII Komisariat ITSNU Pekalongan secara resmi dibuka oleh Rektor ITSNU Pekalongan. Melalui kegiatan ini, PMII Komisariat ITSNU Pekalongan diharapkan mampu melahirkan kader-kader NU yang militan, berintegritas, berkomitmen, serta memiliki kapasitas intelektual yang kuat dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai pergerakan di tengah dinamika zaman.
11 Jun 2026 324
Pelantikan PC PMII Pekalongan Jadi Titik Awal Gerakan Berkelanjutan
Berita
Pelantikan PC PMII Pekalongan Jadi Titik Awal Gerakan Berkelanjutan
Pekalongan — Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pekalongan masa khidmat 2026–2027 resmi dilantik pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Aula Setda Kabupaten Pekalongan. Pelantikan ini mengusung tema “Reorientasi Gerakan Menuju Organisasi Digdaya Berkelanjutan.”Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S, berharap kepengurusan baru PMII mampu bergerak cepat dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program serta kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa.“Saya berharap PMII di bawah kepengurusan yang baru bisa berakselerasi, melakukan percepatan-percepatan, serta menjaga keberlangsungan program agar tidak terputus dan tetap memberi manfaat secara berkesinambungan, adaptif dengan perkembangan zaman,” ujarnya.Menurutnya, pemerintah daerah sangat membutuhkan gagasan-gagasan segar dari kader PMII yang dinilai masih memiliki idealisme tinggi serta nilai perjuangan yang kuat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan PMII.“Selama ini PMII mampu memberikan sinergi dan sumbangsih pemikiran yang baik. Saya berkomitmen akan terus bersinergi. Tidak mungkin saya meninggalkan PMII apalagi mengabaikannya,” tegasnya.Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, menekankan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah untuk berkhidmat, bukan untuk berkuasa.“Jabatan itu bukan siapa yang paling berkuasa, tapi siapa yang paling bisa berkhidmat untuk organisasi,” ungkapnya.Ia juga mengingatkan pentingnya pembenahan organisasi di tingkat cabang, penguatan nilai dasar ideologi PMII, serta menjaga integritas dan akhlak dalam menjalankan peran organisasi. Selain itu, ia mendorong agar PMII terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah.Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII, M. Sofiyullah Cokro, dalam arahannya menyebut pelantikan ini sebagai momentum strategis bagi pengurus baru untuk menjalankan peran organisasi secara maksimal. Ia menegaskan bahwa kader PMII harus berani bersikap, baik sebagai mitra strategis maupun mitra kritis pemerintah.“Jangan takut untuk melakukan apa pun. Saya titipkan kepada para ketua cabang bahwa peran seluruh pengurus di PC PMII Pekalongan ada di tangan Anda. Cita-cita sahabat-sahabat juga ada pada Anda. Kita tidak boleh kalah dalam bercita-cita, terutama dalam konteks gerakan produktif sebagai pengurus cabang, bukan cita-cita pribadi. Untuk satu periode ke depan, kesampingkan dulu kepentingan pribadi. Fokuskan cita-cita pada tujuan organisasi PC PMII Pekalongan, yakni mewujudkan transformasi,” pesannya.Senada dengan itu, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah, Ahmad Farichin, menekankan pentingnya peran ganda PMII sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis. Ia mendorong seluruh kader PMII di daerah untuk aktif menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).“PMII harus mampu mengiringi perkembangan zaman, menjadi organisasi yang adaptif, serta mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah di masing-masing daerah,” katanya.Di sisi lain, Ketua PC PMII Pekalongan yang baru dilantik, Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa PMII memiliki landasan nilai yang kuat melalui konsep trilogi, yakni dzikir, fikir, dan amal saleh. Ia menyebut nilai tersebut menjadi ruh gerakan PMII dalam mencetak kader yang berintegritas, intelektual, dan profesional.“Rumusan tersebut bukan sekadar jargon, tetapi menjadi nilai filosofis PMII dalam mewujudkan kader sebagai insan ulul albab,” jelasnya.Khozin juga menekankan pentingnya empati dan kepekaan sosial di tengah era pasca-kebenaran, serta menegaskan bahwa kader PMII harus mampu menjadi agen perbaikan di masyarakat.“Momentum pelantikan ini tidak hanya seremonial, tetapi menjadi peneguhan nilai dalam memperjuangkan khittah pergerakan,” pungkasnya.Kegiatan pelantikan turut dihadiri Ketua DPRD Abdul Munir, unsur Forkopimda seperti Kapolres Pekalongan dan Dandim 0710 Pekalongan, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan tamu undangan lainnya.
02 May 2026 69
PC PMII Pekalongan Gelar Bimtek SIKAT APPs untuk Penguatan Administrasi Kaderisasi
Berita
PC PMII Pekalongan Gelar Bimtek SIKAT APPs untuk Penguatan Administrasi Kaderisasi
Pekalongan — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pekalongan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SIKAT APPs (Sistem Informasi Kaderisasi dan Administrasi Terpadu) pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat PC PMII Pekalongan dan diikuti oleh delegasi dari seluruh Pengurus Komisariat di bawah naungan PC PMII Pekalongan.Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam pengelolaan administrasi dan kaderisasi berbasis digital melalui platform SIKAT APPs. Dengan sistem ini, diharapkan proses pendataan, monitoring, serta evaluasi kaderisasi dapat berjalan lebih efektif, terstruktur, dan transparan.Sahabat Nurul Iman selaku Sekretaris PC PMII Pekalongan bertindak sebagai tutor dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pentingnya transformasi digital dalam organisasi untuk menjawab tantangan zaman serta memperkuat tata kelola organisasi yang profesional.“SIKAT APPs bukan sekadar alat, tapi bagian dari ikhtiar kita untuk menata kaderisasi yang lebih rapi, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.Turut mendampingi sebagai pendamping tutor, Sahabat Mahfud Samsul Arifin selaku Koordinator Biro Media, Riset, dan Publikasi PC PMII Pekalongan. Ia membantu peserta dalam praktik teknis penggunaan aplikasi serta memberikan pemahaman terkait integrasi data kaderisasi dengan kebutuhan publikasi organisasi.Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung, tanya jawab, serta diskusi terkait kendala yang dihadapi komisariat dalam pengelolaan administrasi.Melalui Bimtek ini, PC PMII Pekalongan berharap seluruh komisariat mampu mengimplementasikan SIKAT APPs secara optimal demi terwujudnya sistem kaderisasi yang modern dan terintegrasi.
02 May 2026 75
Rakercab PMII Pekalongan 2026: Reorientasi Gerakan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan
Berita
Rakercab PMII Pekalongan 2026: Reorientasi Gerakan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan
Pekalongan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pekalongan menggelar Rapat Kerja Pengurus Cabang (Rakercab) tahun 2026 dengan penuh kekhidmatan dan semangat kolektif. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Februari 2026 di Gedung PCNU Kota Pekalongan ini menjadi momentum awal dalam merumuskan arah strategis organisasi ke depan.Mengusung tema “Reorientasi PC PMII Pekalongan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan”, forum ini tidak hanya diposisikan sebagai agenda administratif semata, melainkan sebagai ruang ideologis yang meniscayakan dialektika gagasan. Para peserta yang terdiri dari jajaran calon kepengurusan cabang terlibat aktif dalam proses konsolidasi awal guna mempertegas orientasi gerakan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga relevan secara sosial.Dalam dinamika pembahasan, Nilai Dasar Pergerakan (NDP) kembali ditegaskan sebagai landasan utama dalam setiap langkah organisasi. NDP dipahami sebagai pijakan etik, moral, dan intelektual yang harus terimplementasi dalam praksis gerakan, bukan sekadar menjadi dokumen normatif. Kesadaran ini menjadi penting untuk memastikan bahwa arah gerak PMII tetap berpijak pada nilai sekaligus responsif terhadap realitas.Forum juga menyoroti pentingnya keluar dari jebakan rutinitas administratif yang kerap membatasi ruang gerak organisasi. PMII Pekalongan diharapkan tidak hanya berkutat pada kerja-kerja struktural, tetapi mampu membangun kolektivitas gerakan yang konkret, berdampak, dan berkelanjutan. Dengan demikian, organisasi dapat lebih adaptif dalam merespons berbagai persoalan sosial, baik di tingkat lokal maupun global.Salah satu fokus utama yang disepakati dalam Rakercab ini adalah isu lingkungan hidup. Gagasan PMII Eco Movement dirumuskan sebagai arah strategis gerakan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kesadaran ekologis, sebagai wujud nyata dari konsep hablum minal alam. Krisis ekologis yang semakin nyata dinilai menuntut keterlibatan aktif PMII dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.Ketua PC PMII Pekalongan, Sahabat Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa program kerja yang dirumuskan harus memiliki orientasi jangka panjang dan tidak terjebak pada kegiatan seremonial. “Organisasi ini harus dibangun tidak hanya digdaya dalam struktur, tetapi juga berkelanjutan dalam gerakan—mengakar pada nilai, berpijak pada realitas, dan bergerak untuk perubahan,” tegasnya.Melalui Rakercab ini, PC PMII Pekalongan menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang progresif, ideologis, dan transformatif. Dengan semangat kolektif yang terbangun, PMII Pekalongan optimis mampu menjadi organisasi yang tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
26 Apr 2026 68