Menelusuri jejak pergerakan dari masa ke masa.
PMII lahir sebagai respon atas kebutuhan mahasiswa Islam untuk memiliki wadah perjuangan yang independen dan progresif. Didirikan pada 17 April 1960 di Surabaya, PMII muncul di tengah dinamika politik nasional yang kental.
Tokoh ikonik seperti Mahbub Djunaidi merumuskan PMII tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga aktor intelektual yang aktif dalam isu kebangsaan.
"PMII adalah organisasi kader yang menekankan pada penguatan intelektualitas, spiritualitas, dan gerakan sosial."
Diresmikan di Surabaya sebagai sayap mahasiswa Nahdlatul Ulama.
Menyatakan diri independen dari struktur partai politik (NU pada saat itu).
Menjadi garda terdepan mahasiswa dalam menuntut demokratisasi di Indonesia.
Terus bertransformasi menjadi organisasi digital dan digdaya.
Dari Pusat hingga Komisariat Kampus
Nasional
Pusat komando gerakan nasional.
Provinsi
Koordinator wilayah tingkat provinsi.
Kab/Kota
Pilar gerakan di tingkat daerah.
Kampus
Basis kaderisasi di perguruan tinggi.
Fakultas
Unit terkecil di tingkat fakultas.
Menjadi pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak yang berlandaskan pada hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam.
Pendekatan moderat (Tawasuth), seimbang (Tawazun), toleran (Tasmuh), dan adil (I'tidal) dalam beragama dan bernegara.
PC PMII Pekalongan - Tangan Terkepal dan Maju ke Muka!