PMII Komisariat Darussalam UNIKAL Hadirkan Inovasi Kaderisasi melalui Visionary Leadership Camp 2026
Pekalongan — PMII Komisariat Darussalam Universitas Pekalongan (UNIKAL) menghadirkan inovasi kaderisasi melalui Visionary Leadership Camp (VLC) 2026 yang digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Linggo Asri, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan bertema “Lead, Grow, Impact” ini diikuti oleh 40 mahasiswa baru Universitas Pekalongan.
Ketua Komisariat Darussalam UNIKAL, Rino Soefihara, mengatakan penyelenggaraan VLC dilatarbelakangi oleh keresahan terhadap menurunnya jumlah peserta serta keterlibatan pengurus dan panitia dalam pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Rino, pola pelaksanaan kaderisasi yang tidak disertai inovasi berpotensi menyebabkan kemunduran. Setelah melalui diskusi, pihak komisariat memperoleh referensi program Future Leadership Fellowship (FLF) dari Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni (PB IKA) PMII sebagai salah satu acuan dalam merancang VLC 2026.
“Tujuan utama dari VLC ini bukan hanya sekadar kaderisasi, tetapi juga untuk membekali mahasiswa baru untuk memetakan setiap potensi dalam diri, kepemimpinan, serta skill yang mereka miliki,” ujar Rino.
Ketua Organizing Committee (OC) VLC 2026, Aditya Firmaniar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa baru melalui pembekalan materi, simulasi manajemen konflik, serta penyusunan rencana aksi. Peserta juga menyusun dan mempresentasikan rencana strategis sebagai arah pengembangan diri selama satu tahun pertama perkuliahan.
Rangkaian kegiatan mencakup studium generale, focus group discussion (FGD), leadership outbound, dan team building. Agenda kemudian ditutup dengan malam keakraban serta pengukuhan peserta sebagai anggota PMII Komisariat Darussalam.
Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, menilai pembaruan bentuk kaderisasi diperlukan untuk menyelaraskan proses pembentukan kader dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ideologis organisasi.
“Kaderisasi itu tidak selalu baku dan kaku. Bentuk dari kaderisasi secara substantif ialah memberikan ideologisasi organisasi yang selaras dengan nilai organisasi. Maka kebaruan bentuk kaderisasi adalah keniscayaan yang perlu dibuat untuk menyeimbangkan bentuk kaderisasi substansial dengan kebutuhan zaman,” ungkap Khozin.
Ia berharap para peserta dapat berkhidmah dan berkomitmen dalam menjalani proses di PMII. Khozin juga menilai model kaderisasi seperti VLC dapat meningkatkan antusiasme peserta sehingga diharapkan mampu mendorong gerakan PMII yang lebih solid dan kompak.
Ke depan, Komisariat Darussalam akan mengevaluasi pelaksanaan VLC 2026 dan menyiapkan kegiatan tindak lanjut agar program tersebut dapat kembali dilaksanakan secara lebih maksimal.
TAGS :
Mantap Sahabat