Peringati Maulid Nabi, PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah
KAJEN — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam (REBI) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekretariat REBI, Rowolaku, Kajen, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta.
Mengusung tema “Generasi Muda, Akhlak Rasulullah, Menumbuhkan Cinta dan Menghidupkan Sunnah”, kegiatan ini bertujuan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengajak kader untuk meneladani akhlak Rasulullah dan para sahabat.
Ketua Pelaksana, Kodam Wijoyo Saputra, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah melalui kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia perkuliahan dan organisasi.
Menurutnya, pembacaan Maulid Al-Barzanji, khususnya pada momentum Mahalul Qiyam, menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan kepada Rasulullah melalui lantunan selawat.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dijadikan sebagai penggugur program kerja, tetapi harus menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah agar rasa cinta kepada beliau semakin bertambah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Rayon REBI, Bintang Arya Maulana, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada peringatan seremonial. Ia mendorong para anggota untuk mengamalkan dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sosial maupun organisasi.
“Harapannya, sahabat-sahabati senantiasa mengamalkan dan meneladani sifat serta akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW, terutama di lingkungan sosial dan organisasi,” katanya.
Kegiatan dilanjutkan dengan kajian Maulid dan ceramah yang disampaikan Sahabat Ali Fikri, santri Griya Entrepreneur sekaligus pengurus Komisariat Ki Ageng Ganjur.
Dalam ceramahnya, Ali Fikri mengajak generasi muda untuk menggunakan masa mudanya dengan kegiatan yang memberikan manfaat. Ia mengambil kisah Mush'ab bin Umair, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, sebagai teladan tentang pengorbanan dan perjuangan seorang pemuda dalam Islam.
Mush'ab bin Umair dikenal sebagai pemuda yang hidup dalam kemewahan di Makkah. Setelah masuk Islam, kehidupannya berubah drastis hingga ia kehilangan berbagai kenikmatan yang sebelumnya diperolehnya. Di Madinah, Mush'ab kemudian dipercaya sebagai pengajar agama karena ilmunya dan penguasaannya terhadap Al-Qur'an. Ia turut berpartisipasi dalam Perang Badar dan Uhud, sebelum gugur dalam Perang Uhud saat membawa salah satu panji peperangan.
Ali juga mengajak kader PMII untuk membiasakan diri berdiskusi, membaca, dan membuka wawasan sebagai bagian dari upaya mengembangkan intelektualitas. Menurutnya, organisasi yang diikuti mahasiswa seharusnya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan dan upaya meneladani akhlaknya.
“Cinta kepada Nabi bukan sekadar kata, tetapi tindakan, yaitu dengan mengikuti akhlak Nabi,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kader kepada Rasulullah SAW sekaligus mendorong mereka menghidupkan nilai-nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari dan proses berorganisasi.
TAGS :
Salut dengan publik speaking temen temen yang ber organisasi