Ketua PCNU Pekalongan: PMII Harus Kuasai Sains dan Teknologi Tanpa Kehilangan Nilai Aswaja - PC PMII Pekalongan

Ketua PCNU Pekalongan: PMII Harus Kuasai Sains dan Teknologi Tanpa Kehilangan Nilai Aswaja

Admin PMII
21 Jul 2026
15 Views

Pekalongan – Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslih Khudhori, menegaskan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus tetap menjadi gerakan yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah pesatnya perkembangan sains dan teknologi. Menurutnya, identitas PMII sebagai Al Harokah atau organisasi pergerakan tidak boleh tercerabut dari bingkai Aswaja, sehingga mampu melahirkan kader yang memiliki keseimbangan antara intelektualitas, spiritualitas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) V PMII Komisariat ITSNU Pekalongan yang diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, di Aula Gedung A Lantai 3 ITSNU Pekalongan. Mengusung tema "Fundamenta Altis", forum tahunan ini menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus penyusunan arah gerak PMII Komisariat ITSNU Pekalongan untuk satu periode kepengurusan mendatang.

Dalam sambutannya, KH. Muslih Khudhori menjelaskan bahwa makna Al Harokah bukan sekadar bergerak menjalankan aktivitas organisasi, melainkan sebuah gerakan yang memiliki pijakan nilai, arah perjuangan, dan tanggung jawab moral. Nilai tersebut, kata dia, adalah Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi fondasi perjuangan PMII sejak didirikan.

Menurutnya, kader PMII harus mampu menunjukkan jati diri sebagai intelektual muda yang tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip keislaman moderat, toleran, dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Dengan demikian, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan menggeser identitas kader, tetapi justru menjadi sarana untuk memperluas kemanfaatan bagi umat dan bangsa.

Ia juga menyoroti karakter ITSNU Pekalongan sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan atmosfer akademik berbasis sains dan teknologi. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi kader PMII untuk mengembangkan kapasitas keilmuan sekaligus memperkuat karakter kepemimpinan yang bernafaskan nilai-nilai Aswaja.

"ITSNU Pekalongan memiliki suasana akademik yang kuat di bidang sains dan teknologi. Karena itu, kader PMII harus mampu mengambil peran di dalamnya tanpa kehilangan identitas sebagai kader Ahlussunnah wal Jamaah," ungkapnya.

Lebih lanjut, KH. Muslih Khudhori mengingatkan agar mahasiswa tidak memandang organisasi sebagai penghambat proses akademik. Sebaliknya, organisasi merupakan ruang pembelajaran yang dapat membentuk kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, hingga kepekaan sosial yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kuliah.

Ia pun mengajak seluruh kader untuk mampu menjaga keseimbangan antara belajar dan berorganisasi. Menurutnya, keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi dalam proses pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.

"Jangan ragu untuk berproses di PMII. Belajar di kampus harus berjalan beriringan dengan aktivitas organisasi, karena keduanya akan membentuk pribadi yang utuh, memiliki ilmu pengetahuan sekaligus pengalaman dalam mengabdi kepada masyarakat," pesannya.

Melalui pelaksanaan Rapat Tahunan Komisariat V, PMII Komisariat ITSNU Pekalongan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi organisasi yang tidak hanya memperkuat tata kelola internal, tetapi juga mempertegas peran PMII sebagai organisasi kader yang responsif terhadap tantangan zaman. Dengan fondasi Aswaja yang kokoh dan semangat pengembangan sains serta teknologi, PMII ITSNU Pekalongan diharapkan terus melahirkan kader-kader yang berintegritas, adaptif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kampus, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat luas.

Bagikan Warta :
Komentar (0)