Menyoal Keberlangsungan Lingkungan Hidup dan Literasi Pendidikan: PC PMII Pekalongan Soroti Krisis Lingkungan dan Rendahnya Literasi
Pekalongan, 4 April 2026 – Forum diskusi panel yang digelar FTBM Kabupaten Pekalongan di Rumah Baca Pintar menjadi wadah kritis bagi para pegiat untuk menyoroti kondisi pendidikan dan lingkungan hidup. Acara ini dihadiri oleh berbagai komunitas literasi, Plt Bupati Bapak H. Sukirman, S.S., M.S., serta Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Bapak Drs. H. Abdul Munir, M.M.
Salah satu sorotan tajam datang dari Handono Warih (Abu Waswas, sapaan akrabnya), jurnalis sekaligus pegiat lingkungan, yang menyampaikan keprihatinannya secara emosional.
"Saya sedih, karena literasi petani hari ini tidak ada yang konsen. Saya menjalani pertanian organik rasanya seperti di pinggiran. Saya menahan perasaan ini bertahun-tahun, sampai harus menyamar jadi wartawan demi bisa mengakses eksekutif dan legislatif," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, PC PMII Pekalongan melalui Mandataris Ketua, Sahabat Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa isu lingkungan hidup bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan masyarakat sebagai subjek yang terdampak harus bergerak seirama.
"Kerja nyata pemerintah tidak cukup hanya sebatas sosialisasi dan pemberian program. Masalah ekologis di Pekalongan tidak hanya soal pertanian, melainkan juga lemahnya pemahaman dalam mengelola lingkungan itu sendiri. Jika kebijakan berkelanjutan ingin dijalankan, maka kesadaran SDM harus dibangun mulai dari akar, yaitu melalui pendidikan ekologis," tegasnya.
Lebih jauh, literasi tidak sekadar kemampuan baca-tulis, melainkan tingkat pemahaman dan kesadaran untuk bertindak. Fakta menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Pekalongan tahun 2023 berada di urutan ke-8 dari bawah se-Jawa Tengah. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan belum pernah menjadi prioritas utama dalam pembangunan berkelanjutan selama ini.
Wow